ANGIN CYBEROMATIC PDF Print E-mail
Written by Ki Bodas   
Wednesday, 26 August 2009 04:38

ANGIN  CYBEROMATIC

 


Tugasku bukan untuk menyadarkan Kaum Miskin


Aku tak mampu,  walau  kadang-kadang kepingin


Agaknya ini sudah Janji. Begitu Janjiku  mungkin


Ingin  Bernyanyi untuk Gusti, nyanyi bersama angin


 


Kalau hanya sedikit yang Mengerti, sayang sekali


Aku  tak bisa  membalikkan  arah aliran  air  kali


Dari lembah ke  lereng gunung yang  tinggi sekali


Itu sudah  Hukum dan Aturan  Gusti  Ilahi  barangkali


 


Hukum Alam sepertinya  digelar  memang begitu


Yang  kena bencana, kena  celaka, hanya itu-itu


Kaum Miskin, kaum Lugu,  jadi sasaran melulu


Kalau nyanyikan itu, bagai buang angin di angin lalu


 


Bukan seberapa  patuh  setia  kita  jalankan  Upacara


Agar  terhindar dari amuk-murka Alam yang  mendera


Tapi seberapa  kenal  Penggeraknya,  yaitu  Pulsa  Natura


Lalu  memetik  manfaat  dengan  Mematuhi Gerak CiptaNya


 


Mengintip  Gerak Cipta Gusti, memirsa  Ilmu Sejati


Menyanyikannya adalah Seni dan Ilmu yang paling pasti


Angin didalam Angin  bagi yang  belum  mengerti


Tanpa Angin di Dua Rabu, Peradaban  Cyberomatic mati !

Last Updated on Wednesday, 02 September 2009 09:50
 
Daily Quotes
"TERRANGLIA: Melihat Facebook seperti melihat kecambah ego-ego. Toge-toge Ego ! Lucu-lucu. Kalau ego-ego itu bisa berpikir lurus konsistent, alangkah banyak bisa dipelajari. Bukan cuma becanda, tapi melipatganda Network Belajar di dunia. Generasi modern mendapat hikmah luar biasa untuk Belajar. Tetapi apakah mereka bel...ajar? Belajarlah Bahasa Terranglia lalu terbanglah ke Ujung Dunia seperti EAGLE OF TIME...."

Ki Bodas

 


 

 

Random Poems
  • CONSCIENCE DOOM
    CONSCIENCE DOOM It will never happen! Pure and Simple As long as Animals are Loved by People Those jolly Creatures always so near To the Creator, the Mighty Love, so dearLook intensely to their faces Watch sharply their juggles and races They are People with honesty so intense Whereas they...
  • KAMAR HANTU
    KAMAR HANTU Waktu Beribadat Memang sangat padat Bersemangat, taat, giat Decak kagum dari yang lihatWaktu Berbagi ke sesama Dia berhitung terlalu lama Merasa member! cuma-cuma Bukan Sikap Pekerti UtamaBatas Berbagi, Keluarga-Anak-Cucu Ke Orang Lain hanya Poles Gincu Selalu pakai Hitungan Neraca...
  • PEANG
    PEANGTuhan nama apa Anda puja? Itu tak jadi Soal, sama saja Karena Tuhan Sejati tanpa Analogi Tanpa Padanan bagiNya, di Kamus apalagi Kalau Anda kira tahu NamaNya Maka berarti Definisinya Anda punya Seperti membual jual Kecap malam hari Mengaku besok bisa mengantongi Matahari Berapa sih ukuran...
  • SATU TITIK
    SATU TITIK Sampai saat, Waktu mendekat Aku disuruh Tidur Malaikat Biarlah Aku bersenandung dan sehat Selagi masih turun Puisi NasehatTak apa-apa, itu sekedar turut Di Sore surut di Malam larut Tak apa-apa, tak lagi disebut-sebut Setelah Kabel Sentral dicabutKarena ini sudah Perjanjian Tak bisa...
  • SENTIR
    SENTIR Sinar Sentir ini, cahaya apa? Tak mencapai Pucuk-pucuk pohon Kelapa Hanya menerangi kolong bale sedepa Asal Minyaknya Ikhlas-Welas, tak apa-apa!Yang gemerlap menyilaukan Mata Apa Pencerah, apa lampu iklan semata? Apa menembus Rompi Anti Welas Cinta Yang dipakai banyak orang di KotaSudah...