|
Written by KI BODAS
|
|
Saturday, 20 June 2009 23:16 |
Ada yang berteori setinggi Gunung"Dua Peradaban itu akan Bertarung"Marilah kita sama-sama BerhitungYang mana, pernah Membantai lebih ulung? Ada yang Subur karena jadi Kuda, ini katanya
Kuda Penguasa yang tak dipilih Rakyatnya Penguasa begini, sekarang di Musim Gugur Kuda begini, takut Pamor Wibawanya luntur Tapi itu pasti terjadi, kata Pakar
Mereka pun panik lalu Belukar Dibakar Mau menunda saatnya Matahari Tenggelam Tapi Asap dan Api, tak Memperlambat Malam Memang Pertarungan-pertarungan harus Terjadi
Karena Synthesis lahir dari itu Rahim Abadi Synthesis kali ini wajahnya sudah Berklebat "Orang kembali Percaya Sang Gaib Satu Mahahebat Lalu Bicara Taat kepada Raja Hakikat Disertai Berbagi dengan Tulus Melekat"
Sang Gaib seolah berbeda, lebih kurang
Karena Piranti Lunak di Memori OrangDia yang Satu mengatur Pertarungan ituKarena sudah tiba saatnya Dunia BersatuDalam Kapsul Antariksa "Bumi", damai harus jaya disituMaka iman-pun sudah waktunya jadi Satu! Dengan Teknologi dan Iman dari Satu Ketuhanan
Manusia seperti diBlender jadi Satu Adonan
|
|
Random Poems |
-
BUNGALOW TERPINGGIR
BUNGALOW TERPINGGIR Eling, Ingat, SadarDi tepi Telaga Eling, Fajar bersandarBintang-bintang mulai pudarHutan Pinus lurus-lurus Cemara llmuMakin kentara di bawah kabut KakiMuIni Bungalow paling pinggirLepas Desa terpencil, jalan batu berakhirDi Tepi Kawasan Pemangku Hutan PikirSambil menimang...
-
DEKODE DI NEURON
DEKODE DI NEURON ! Perintah Tuhan !Yang ditulis di dalam NeuronBukan di dalam Kitab, Haji SubhanTapi dalam sel Syaraf, dalam Neuron Seperti rekaman dalam Disk LenturMendenyutkan Pulsa Ilahi pengaturKitab-kitab dibanding Pulsa IlahiSeperti Rakit dengan Laut Bahari Jika bisa...
-
POLOS
POLOS Hanya Uang berjumlah LayakYang dapat dimengerti KhalayakMaka lebih, baik diam, SekianTapi, apa Sang Gaib menghendaki demikian?Cukup puas-bahagia bisa menuliskan Puisi-puisi Kiriman, dari Yang Rahman Walau hanya menggores menggaris Senangnya? seperti jalan-jalan ke ParisApakah berguna,...
-
PUNTUNG
PUNTUNG Puntung masih menyala Untuk apa? Tidak untuk apa-apa Untuk menyala sajaKarena itu memang perintah Karena Bara itu Titah Untuk ini untuk itu Yang tahu hanya Yang SatuPuntung dibuang di Aspal Puntung ada di Asbak Kristal Sama saja, padam semua Hanya sisa-sisa berumur tuaPuntung masih...
-
MAWAR TUMBUH Dl BATU
MAWAR TUMBUH Dl BATU Tanpa menunggu berwindu-windu Tumbuhlah mawar sarat madu Sayap kupu sampai saling beradu Berkerumun di tajuk mawar merah daduDi atas batu, di celah batu, di bukit batu Mawar mekar, kuncup keluar, satu-satu Bertunas bunga di atas mahkota raja Raja tengkar yang menangkar...
|