BUNGALOW TERPINGGIR PDF Print E-mail
Written by KI BODAS   
Monday, 31 August 2009 15:38

BUNGALOW TERPINGGIR

 


Eling, ingat, Sadar

Di tepi Telaga Eling, Fajar bersandar

Bintang-bintang mulai pudar

Hutan Pinus lurus-lurus Cemara llmu

Makin kentara di bawah kabut KakiMu


Ini Bungalow paling pinggir

Lepas Desa terpencil, jalan batu berakhir

Di Tepi Kawasan Pemangku Hutan Pikir

Sambit menimang Puisi Loyang Tembaga

Ingin meniti Tepi-tepi Telaga

Pembatas Hutan Cemara luas tak Terduga

Di Puncak Waspada, Gunung Purnaraga


Untung masih tersisa Fantasi-Fana

Mencium Aroma dari mana-mana

Di Nota Tipis, Pesan Singkat ditulis

Untuk Anak-Cucu segaris, tetangga sebaris


Bahwa memang ada Rahasia dalam Rahasia

Bahwa Mati, Akhir Nyata Mimpi Manusia

Bahwa sebagian hanya Hidup meraut-raut Usia

Bahwa lainnya hanya Buang Peluang sia-sia

Bahwa Berbagi itu Kunci, ke Matra Supra Inteligensia


Terima kasih, ya Robbi, ya Kabir

Di Bungalow paling pinggir, boleh mampir

Di tepi Telaga Eling lembut mengalir

Di Batas Hutan Cemara ilmu dan Pikir

Ditemani Malaikat, Lawan Bicara Musafir

 
Daily Quotes
"MBA ASTRAL: MBA Academical diambil di dalam atau luar negeri. Itu berguna. Tapi sejak purbakala para Tua-tua sudah mengajarkan MBA Astral. Yaitu M(anusia) B(aik) dan A(sih) Landasan sukses dlm hidup. Orang Baik pondasi Orang Besar !!. Nasib Baik (Giood Luck) tidak jatuh dari langit secara acak. Ada Pola & Petanya. Mere...ka seperti Laron mengejar Lampu, merela mengejar para MBA Astral. kibodas.com"

Ki Bodas

 


 

 

Random Poems
  • KAU......!
        KAU……! Ledakan terdahsyatBanjir darah terhebat,Penindasan  terberatKejahatan terlaknatAnak-anak Asumsi-FantasiTulang Kerangka  EksistensiKau, Manusia masih tetap RahasiaBisa  membuat Kenikmatan  Sia-siaCoba Membuat Repro Surga  agaknyaKalau dia mati atau klenger setengah...
  • KURA-KURA BESI & KUDA-KUDA BESI
    KURA-KURA BESI & KUDA-KUDA BESI  Yaa Tuhan, Tuan pemilik Alam semestaTuntunlah kami, kami benar-benar butaPandangan kami cuma sejauh bulu mataAnalisa kami runtun, dalam tempurung kepalaBukan Menuntun, siang malam kami jadi bolaKejar terus, terus, sampai tiba di rahang Buaya Bala Siapa pun...
  • TANGANMU
    TANGANMU Kulihat Sarung TanganMu Memelihara ikan-ikan itu Melindungi semut-semut itu Merawat bunga-bunga ituKudengar krisik Sarung TanganMu Mengatur irama denyut jantungku Membuatku bertanya-tanya Sepertinya, semua itu Satu adanyaApakah adanya Aku Karena mataku adanya hanya dua Bagaimana kalau...
  • DIA ATAWA BUKAN ?
    DIA  ATAWA  BUKAN  ?   Walau dalam Lumpur, sebusuk-busuknya Walau dalam limbah, sekotor-kotornya Anda tak pernah ditinggalkanNya Anda sungkan sendiri, hanya   Karena pernah kecewa dengan Agama Anda berpikir keliru, salah terima Gusti lebih luas dari totalnya seluruh Agana Mencakup...
  • ESENSI
    ESENSI Seperti BayanganLekat mengikuti di citra TerangBegitulah KeangkuhanLekat mengikuti Memori OrangJika Keangkuhan bisa disaring Di Filter khusus Pikiran Sayang Tebal endapan bisa terjaring Ampas Kesia-siaan untuk dibuangMaka keluarlah Esensi Saripati Mengandung Unsur Simpati-Empati Puncak...