|
Written by KI BODAS
|
|
Thursday, 08 October 2009 16:42 |
Tiit, tiit, tiit, tiit, tiit, tit, tit...Suara Burung Entit di kaki bukitKata yang pernah lihat dan tahu sedikitAda tanda berkabung di matanyaAda tanda berduka di suaranyaDia memanggil, Subuh, pagi, siang, soreBahkan di Hari Senjanya orang se-RW Burung Entit
Kau seperti mengingatkan kitaBerapa jauh hidup dijalani dan dideritaBerapa tinggi pangkat diraih, berapa hartaBerapa lengkap Klambi Iklas disandang ditata Klambi Iklas adalah perbuatan baik biasa
Atau yang mulya dan luar biasaYang tak dibuka tak diperagaYang tahu hanya Diri dan Pemilik Ruh Penjaga Semoga Klambi Iklas tak sobek berlubang-lubang
Karena perbuatan Sombong dan Sumbang Semoga dia halus mulus seputih awan Dialah Pakaian Dalam dibalik Kain Kafan Tiit, tiit, tiit, tiit, tiit, tit, tit....
Burung Entit mengingatkan lagiSudah cukupkah kita Iklas-Berdoa-BerbagiSebelum ke Komplek Griya Abadi berangkat pergi Tiit, tiit, tiit, tiit, tiit, tit, tit...
Tit!
|
|
Random Poems |
-
KORAL
KORAL Kalau Dinding Batu, Bukit-bukit ituMemantulkan Gema, itu sudah tentuTapi Koral Batu, yang dibuang di situApa bisa menggema Paradigma; Manusia itu Satu?Mereka terlalu kecii untuk diajak bicara Terlalu ganjil untuk dibiarkan bersuara Semua Koral Batu mimpi melihat Muara Tapi rata-rata...
-
KARPET MERAH
KARPET MERAH Bukan Kesepian karena tak punya Kawan Tapi, Tak-Ikhlas-Welas dan Keangkuhan Sudah jadi Sahabat duluan Penyebab Kesepian itu mengajak KeselingkuhanOrang Ikhlas-Welas ternyata Berwajah bersahabat, jelas nyata Pas di sini, pas di sana Diterima, bahkan di Alam NirfanaAkhirnya,...
-
KOLOR
KOLOR Jika Ikhlas telah berlipat ganda Maka Dunia hanyalah Pentas Bercanda Apa lagi mau diperaga Cucu Adam? Yang berkoteka atau berdasi merah padamSegala macam Tipu Daya dan Pura-pura Mudah dikenal, dihafal, dikira-kira Tak ada lagi yang baru, bosan! Yang baru hanya Melongonya InsanMengapa...
-
DIPESAN
DIPESAN Di satu Waktu Kelabu Ada Pengemis kumuh berdebu Menatap Matanya, Batu Abu-abu Kuberi dia sedekah uang seribuKuterperanjat, di sisinya berdiri Malaikat Dengan Pakaian anggun melekat Busana Cahaya gemerlap memikat Dia merekam Getar Hatiku yang likat"Yaa, Malaikat bersinar biru Tak ada...
-
BEBAS, BURUNG, BEBAS!
BEBAS, BURUNG, BEBAS! Jiwa geram Bertarung Dari satu Kurung Ke lain Kurung Gladiator sisa Puntung Dengan satu Pedang Buntung Yang ditusuk bukan Musuh Sejati Yang ditebas Boneka-boneka Mati Yang bertepuk tangan Budak-budak Hati Yang menang Kesia-siaan HayatiBebas, Burung Jiwa, bebas! Meronta,...
|