|
Written by KI BODAS
|
|
Friday, 09 October 2009 16:11 |
Bumi kata-kataTanah pura-puraBukit gaya-gayaGunung daya-perdayaDi berkas ringkas; Saya-saya! Jangan Tsunami diwariskan
Jangan Gempa dihibahkan Jangan di Gunung Gundul Anak-cucu tumbuh mandul Sejak zaman apa
Kesalahan ini mulai menimpa? Bukan sejak zaman Normal Waktu orang, lurus Beramal Sejak ada orang punya Hati Buta
Sejak ada orang Penjaja Dusta Sejak orang-orang Percaya Mimpi Nista Maka berlakulah ini Supata : Bumi hanya kata-kata
Tanah hanya pura-pura Bukit hanya gaya-gaya Gunung hanya daya-perdaya Bencana direncana dibina Saya-saya!
|
|
Random Poems |
-
LATERALIS
LATERALIS Pahat Pikiran kritik Serutan Tak mempan di Balok Pesanan Setan Kenapa orang Berpikir begitu Tekor? Yang banyak hanya Caudalis PengekorDan Berpikir pun rata terpasung Oleh Memori Kolektif diusung-usung Begitu rupanya Rakitan Dunia Tak mudah berobah polah yang punyaBerpikir Lateral Bebas,...
-
GELEMBUNG
GELEMBUNG Gelembung, gelembung, gelembung Bulat-bulat kosong melambung Sendiri-sendiri tak terhubung Bergerak serempak seperti 'nyambungAku hidup di Negeri Gelembung Seluruh Warga seperti makin bergabung Terapung Jerangkat rasa-rasanya Padahal hanya Kecohan Setan Punya-punyaApa benar Hidup...
-
SUCCUMB TO TIME
SUCCUMB TO TIME I saw my Body succumbed to Time So beautiful, like Poem of single Rhyme Golden Mist, with frames of Light I was Inside, but amazingly also OutsideThere was the Real Me, sonny!Not moving, as Moving was a slow CartoonyWhen moving, the speed of Light was to AccompanyNot willing,...
-
MATA KE MATA
MATA KE MATA Kita hanyalah Imitator tak TahugunaMeniru-niru sesuatu, kena tak kenaBersongkok, bertopi, beraneka busanaAgar dianggap Tinggi dan SempurnaKita nyatanya hanya Pemungut Bola SederhanaTapi sering berlagak Pengatur, Wasit dan PembinaWaktu memuja Tuhan yang Maha Pencinta Kita 'ngotot...
-
KAU DITUNGGU!
KAU DITUNGGU! Yang penting jangan Bohong!Selebihnya masih bisa ditolongYaitu, Bohong kepada Tuhan! Itulah yang seru seakan jadi KebutuhanBohong, Waktu sibuk Dirikan IbadahKalau masih ada di situ si Lapar menelan ludahMelihatmu makan segala rupa dengan mudahBaginya, makan apa besok tanda...
|