|
Written by KI BODAS
|
|
Friday, 09 October 2009 16:14 |
Jangan tutupi Pelita dengan Pasu Itulah ternyata yang ditekuni para Bisu Juga para Buta dan para Tuli Jiwa Pasu Gemerlap Harta dan Gemuruh Tawa Kata Pakar merekalah Kafir Sejati
Yang menutup-sembunyi Sinar Hati Pantulan SinarNya di Debu Kelilip Walau dalam Badai harus tetap berkelip Memang sepanjang Zaman selalu ditanya
Mengapa Manusia menyembunyikan NikmatNya Sembunyi, agar tak perlu dengan Duafa Berbagi Sembunyi, karena di Hati tak tulus mempercayaiNya lagi! Buka dan Buang Tudung-tudung itu
Walau membuatmu, di mata orang, jadi bermutuDia menutupi Pelita seperti PasuHilang Cahaya Aslimu seperti Patung batu Patung berhias Lampu Neon di kepala
Telah kehilangan Wibawa Magis Berhala Jangan tutupi Cahaya Pelita Hati Mulai Ikhlas Berbagi, jadilah Pengasih Sejati
Keiilip = benda kecil (debu) masuk ke mata
|
|
Random Poems |
-
BUNGALOW TERPINGGIR
BUNGALOW TERPINGGIR Eling, Ingat, SadarDi tepi Telaga Eling, Fajar bersandarBintang-bintang mulai pudarHutan Pinus lurus-lurus Cemara llmuMakin kentara di bawah kabut KakiMuIni Bungalow paling pinggirLepas Desa terpencil, jalan batu berakhirDi Tepi Kawasan Pemangku Hutan PikirSambil menimang...
-
BURUNG ENTIT
BURUNG ENTIT Tiit, tiit, tiit, tiit, tiit, tit, tit...Suara Burung Entit di kaki bukitKata yang pernah lihat dan tahu sedikitAda tanda berkabung di matanyaAda tanda berduka di suaranyaDia memanggil, Subuh, pagi, siang, soreBahkan di Hari Senjanya orang se-RWBurung EntitKau seperti mengingatkan...
-
GENDONG-GENDONG
GENDONG-GENDONG Tahukah engkau, sayang ?Tuhan ada didekatmu, tak kepalang !Lebih dekat dari kalung di lehermu jenjangKau diselimutiNya dan digendong-gendongSeperti bayi, tidur nyenyak aman dalam bedongSampai Syaitan datang mengusikmu malam-siangKau lari meninggalkan Pelukan...
-
MANTRA DUA MATRA
MANTRA DUA MATRA Tumbuhkan Laku Ikhlas Seperti kuku tumbuh di jari Kuku dan jari seerat Ikhlas dan Diri Dengan kuku Ikhlas yang kukuh tegas Panjatlah pohon Asih Welas Seperti kucing memanjat tangkas Di cabang tertinggi berdiri Kontemplasi ke sekitar DiriUrai gerai konde pikiran kusut cemarut Baca...
-
SEGEL TERAKHIR
SEGEL TERAKHIR Dia seakan berkata:"Percayalah kepada Aku Jangan sembah-percaya hitunganmu" Itulah meterai segel penghabisan Untuk semua kisah kehidupanDia juga berkata:Simaklah ayat-ayatKu iniDi komposisi bintang-bintang bersymphoniDi sendratari atom-atom materiSimpulkan perhitungan dengan...
|