|
Written by KI BODAS
|
|
Monday, 13 July 2009 15:37 |
Sepuluh Perintah Syaitan: 1. "Culaslah, jauihi ikhlas
2. Benci-Sinislah, jauhi Welas3. Pelitlah, jauhi Murah Hati berbagi4. Lupa dirilah, jauhi Berdoa, Bersyukur apalagi5. Bersarkan Ego, kejar Sanjungan dan Tenar Mashur6. Berdustalah, jauhi jujur7. Mubazirlah, jauhi hemat cermat8. Berkhianatlah, jauhi Setia Amanat9. Rusakkan, binasakan Harta, Jiwa, Raga10. Akhirnya, binasakan Dirimujuga!" Sebenar-benarnya, Syaitan itu sungguh
Sungguh Musuhmu yang jelas nyata! Jangan kira dia hanya Perlambang kata Dia benar-benar Entitas di Memori Kosmikal Menjadi Instrumen Penge-Test yang banyak Akal
|
|
Random Poems |
-
KESURUPAN
KESURUPANMacan didalam kandang temaramMinta makan, menggeram-geramPagi-sore, siang-malam, nyata-guramSambil mengambil postur seram Tak bisakah Berpikir se-Daki saja ? Itulah Karya, sebaik-baik kerjaAngkat Diri biar Cuma setarik TaliDari lantai kandang jorok sekali Anda marah jika disebut...
-
LABU-LOBA
LABU-LOBA Makan sudah Piring Ketiga Seisi Meja ikut dicoba juga Itu pasti bukan makan sendiri Ada yang menyandingi minta diberiYaitu, se-Giga Parasit Memori! Di Labu Benak kanan dan kiriSehingga melahap makanan; terlaluMakan di setiap waktu; tak perluParasit Memori bernama LobaPujaan Manusia...
-
VENDOR OF TIME
VENDOR OF TIME Selling Time!The opposite of Buying TimeSpeed Up things fasterSettle Anything, quicker the betterGod is selling Time to AllBuy the Time, the Doom to ForestallTo make anybody fully readyTo go to the Heights of NobodyTo bury the Ego deeplyTo become a Nobody so serenelyBearing the...
-
DOA SALAH NOMOR
DOA SALAH NOMOR Doa Salah Nomor... Seperti Telepon di Rumah-Kantor Nomor Tuhan, salah ke Syaitan! Tuntunan yang datang : KesesatanKapan itu terjadi?Jika Ikhlas sudah matiCulas serentak bangkit menggantiJika Welas sudah tiadaBenci dan Sinis mengisi DadaJika Ibadah yang menggebu-gebu Ditiup...
-
GUSTI, GUSTI, GUSTI
GUSTI, GUSTI, GUSTI Jika aku boleh ketemu Gusti….. Aku hanya bisa menangis, menangis !Air mata berurai bagai hujan gerimisKenapa menangis, kenapa ?Aku tak tahu, tak bisa bilang apa-apaMungkin karena aku biasa lupaLalu diingatkan lagi aku siapaMungkin seperti burung dara, yang jauh...
|