|
Written by KI BODAS
|
|
Sunday, 10 May 2009 12:26 |
IESHUA Ada yang bercerita...Kamu mati badani di Kayu DeritaLalu bangkit kembali, pulang ke SemestaAda Wahyu tertulis nyata :Yang mati di Kayu itu hanya seorang YahudaApa dia Napi Mati lain, Tanpa Nama diada-ada?Karena kau nyatanya tak melanggar Hukum yang adaSubstitusi itu untuk Menjaga-Muka Majelis Ulama YudeaAda Ilham kuterima, bercerita berbeda :Kau dibuang ke Roma bersama MagdaLalu jadi Tukang Kayu di sana bahagia berduaDalam Wahyu yang bisa dibacaAkhirnya memang kau Pulang secara Murca Hanya Tuhan yang tahu!
Yang ada di buku, itu hasil perilakuDari orang-orang beribu-ribuKalau dipercaya semua, hasilnya Abu-abu Ieshua,
Namamu dipakai untuk Melukis DuniaOleh TanganNya, oleh PikiranNya, oleh KasihNyaSuatu hari kau akan duduk di Pusat KotaMenyaksikan Manusia berganti-Baju, berganti MataMereka Memakamkanmu akhirnya di dalam Peti PermataSetelah Menyalibmu berjuta kali, dalam Fakta berjuta Kata
|
|
Last Updated on Wednesday, 02 September 2009 11:48 |
|
Random Poems |
-
POLOS
POLOS Hanya Uang berjumlah LayakYang dapat dimengerti KhalayakMaka lebih, baik diam, SekianTapi, apa Sang Gaib menghendaki demikian?Cukup puas-bahagia bisa menuliskan Puisi-puisi Kiriman, dari Yang Rahman Walau hanya menggores menggaris Senangnyg seperti jalan-jalan ke ParisApakah berguna, apa...
-
YASIN SELUSIN
YASIN SELUSIN Menunggu jarum jam Napas Tiba di angka duabelas pas Sekarang sebelas semua hampir lepas Tapi dua belas hanya tanda waktu Sang Kala tak rehat tidur disitu Itulah yang ditunggu sekian lama Menuntut ilmu ada lulus ada diploma Mati itu tak ada, sepakat...
-
SENTIR
SENTIR Sinar Sentir ini, cahaya apa? Tak mencapai Pucuk-pucuk pohon Kelapa Hanya menerangi kolong bale sedepa Asal Minyaknya Ikhlas-Welas, tak apa-apa!Yang gemerlap menyilaukan Mata Apa Pencerah, apa lampu iklan semata? Apa menembus Rompi Anti Welas Cinta Yang dipakai banyak orang di KotaSudah...
-
PANTAI TAK TAMPAK
PANTAI TAK TAMPAK Jangan tabiri pantai yang penuh pesona Dengan tirai plastik yang norak tak kena Kau bilang itu batas llmu dan Akal Ku anggap itu batasnya air dangkal Lepas batas itu ada Alam Gaib selautan Lepas itu lagi ada Alam Gaib seribu lautan Lepas itu lagi ada Wajah Gaib yang ramah...
-
BURUNG ENTIT
BURUNG ENTIT Tiit, tiit, tiit, tiit, tiit, tit, tit...Suara Burung Entit di kaki bukitKata yang pernah lihat dan tahu sedikitAda tanda berkabung di matanyaAda tanda berduka di suaranyaDia memanggil, Subuh, pagi, siang, soreBahkan di Hari Senjanya orang se-RWBurung EntitKau seperti mengingatkan...
|