|
Written by KI BODAS
|
|
Monday, 31 August 2009 14:44 |
LABU-LOBA
Makan sudah Piring Ketiga Seisi Meja ikut dicoba juga Itu pasti bukan makan sendiri Ada yang menyandingi minta diberi Yaitu, se-Giga Parasit Memori!
Di Labu Benak kanan dan kiriSehingga melahap makanan; terlaluMakan di setiap waktu; tak perlu Parasit Memori bernama Loba
Pujaan Manusia sejak zaman PurbaDia mendirikan Imperium MegahDia juga membantai Orang Jujur Penggugah Loba sering tampil jadi Raja Bergaya
Menunggang Kuda Bodoh bernama Saya Selagi dipacu Kuda pasti Teraniaya Tapi Loba tak mau kalah di Balapan Maya Raja itu hanya beristana di dalam Labu
Labu Benak yang lunak warna KelabuDia yang membangun Peradaban KitaDia juga yang akan membinasakan Semua Rata Labu-Loba, Labu-Loba!
Agar bisa tak menyiksa, harap dicoba : Latihlah kurangi di Diri, tambahkan ke Orang Kecilkan si Gelap, Besarkan Sang Maha Terang!
|
|
Random Poems |
-
NGERI!
NGERI! Akhirnya, Sang Ular menemukan EkornyaLalu Menggigitnya dan Mulai Menelannya Temu Gelang! Lingkaran-Penuh mengakhiriDan Bisa-Sendiri mulai Membunuh DiriJangan sampai ini menimpa NegeriJangan berbohong kepada Sejarah sendiri Akibatnya : Ngeri, ngeri, ngeri! Akhirnya, Sang Ular...
-
KAU......!
KAU……! Ledakan terdahsyatBanjir darah terhebat,Penindasan terberatKejahatan terlaknatAnak-anak Asumsi-FantasiTulang Kerangka EksistensiKau, Manusia masih tetap RahasiaBisa membuat Kenikmatan Sia-siaCoba Membuat Repro Surga agaknyaKalau dia mati atau klenger setengah...
-
TAMMAT
TAMMAT Apa benar ? Tuhan akan segera menghancurkan Bumi ? Itu pasti Pucuk Cintanya kepada kami Layar turun, belum sempat kami memahami Rahasia tentang Manusia tetap tak terselami Tuhan, Siapakah kami ini ? Segumpal Surga yang terlempar kesini Mengapa Tuhan begitu sayang...
-
BULAT
BULAT Jika sudah bisa melihat Seluruh Muka Bumi, Bulat Baru terasa betapa Indahnya Terbang menembus melalui DuniaSenja di sini, Pagi di balik sana Tiba Bayi di sini, Pergi Manula di sana Perputaran yang Maha Indah Seperti Tuhan berganti JubahTak ada, tak akan ada, yang Hilang Tidak sebuah...
-
KURA-KURA BESI & KUDA-KUDA BESI
KURA-KURA BESI & KUDA-KUDA BESI Yaa Tuhan, Tuan pemilik Alam semestaTuntunlah kami, kami benar-benar butaPandangan kami cuma sejauh bulu mataAnalisa kami runtun, dalam tempurung kepalaBukan Menuntun, siang malam kami jadi bolaKejar terus, terus, sampai tiba di rahang Buaya Bala Siapa pun...
|