|
Written by KI BODAS
|
|
Monday, 13 July 2009 15:07 |
MEMBACA PELANGI
Jika saja kau bisa Membaca Pelangi Bisa kau dengar bisikan Melati Wangi Juga Kelakar Mawar tertawa lebar Semua ada dalam Jiwa yang Sabar Sabar merasai apa yang terjadi
Ikuti, teliti, guratan Tangan Abadi Yang kau hadapi, seperti cerita di CD Ruhmu memilih, Tuhan membuatnya jadi Semua Kemenangan, datang diantar Sabar
Yaitu Ikhlas Ikuti, patuhi, Cipta yang Akbar Tanpa melawan, tanpa sembunyi, tanpa lari-lari Ikhlas Ikuti, seperti dilakukan oleh Milyaran Matahari Karena Cerah Cahaya Tinggi ada di Hati Nurani
Bukan di Kubah Menara, Arahan Suci ini Bukan! Dia ada di lengkung Pelangi warna-warni Jika saja kau bisa Membaca Pelangi Rohani
|
|
Random Poems |
-
KURA-KURA BESI & KUDA-KUDA BESI
KURA-KURA BESI & KUDA-KUDA BESI Yaa Tuhan, Tuan pemilik Alam semestaTuntunlah kami, kami benar-benar butaPandangan kami cuma sejauh bulu mataAnalisa kami runtun, dalam tempurung kepalaBukan Menuntun, siang malam kami jadi bolaKejar terus, terus, sampai tiba di rahang Buaya Bala Siapa pun...
-
KAU......!
KAU……! Ledakan terdahsyatBanjir darah terhebat,Penindasan terberatKejahatan terlaknatAnak-anak Asumsi-FantasiTulang Kerangka EksistensiKau, Manusia masih tetap RahasiaBisa membuat Kenikmatan Sia-siaCoba Membuat Repro Surga agaknyaKalau dia mati atau klenger setengah...
-
AKTA
AKTA Jangan dorong terlalu keras! Jalannya Jiwa memang tak deras Jadi Benar, jadi Baik selaras Tak bisa seperti Binatu, diperas-perasMengalir ke Hilir ke Muara Ada Waktunya dan ada Cara Ada kalanya berhenti tamat Acara Sekian saja, takdir sudah bicaraJangan terlalu banyak berharap Perjalanan...
-
TA'QILUUN
TA'QILUUNJika kau padamkan kau parsingkatPelita Pikirmu yang Terang berhikmatRuang Jiwamu jadi kelam pekatHanya kerudung Sarung Keyakinan, melekatDi Temaram itu ada rasa semu yang nikmatTapi mungkin, diam-diam Syaitan mendekatCahaya Berpikirlah yang bisa menyekatAntara Dirimu dengan si...
-
SUSU MACAN
SUSU MACAN Sayangilah orang-orang sederhana itu Mereka tak pernah ditinggal Gusti Yang Satu Dari dulu mereka sudah begitu Sejak mereka belum kenal sepatu Gusti selalu dekat, jadi sekutu Mereka menyapaNya rupa-rupa nama Dewa, Roh Besar, Roh Leluhur, aneka asma Gusti selalu...
|