|
Written by KI BODAS
|
|
Monday, 31 August 2009 14:51 |
Kita hanyalah Imitator tak TahugunaMeniru-niru sesuatu, kena tak kenaBersongkok, bertopi, beraneka busanaAgar dianggap Tinggi dan SempurnaKita nyatanya hanya Pemungut Bola SederhanaTapi sering berlagak Pengatur, Wasit dan Pembina Waktu memuja Tuhan yang Maha Pencinta
Kita 'ngotot bertele-tele ulet meminta Agar dirinya didengar Sang Semesta Kita hiruk sibuk memancurkan Kata-kata Mestinya Memuja Tuhan lain dari yang lain
Seperti Menyimak Konser Symphony bermain Kita yang harus Buka Telinga Mendengarkan Bukan Dirigen yang harus menyimak, bukan ! Dia lebih mengerti semua Persoalan Kita Dibanding kita yang Melihat Separuh Buta Memang Dia yang dapat membuka Pintu
Tapi kita yang harus melumasi Engsel itu Biarlah Dia yang memBuka Pintu Hati . Walau sudah Macet dan terkunci Mati Jika kita cuma bisa Bicara dan Bicara
Tak bisa merasakan mendengar Sang Pemelihara Maka yang terdengar Suara Gema Ego Diri Biasanya Suara yang Mau Menang Sendiri Bukan Dia yang harus menyimak kita
Tapi Manusia harus menyimak Sang SemestaJika ini terjadi di Alam NyataItu namanya kita telah Dibuka Mata ke Mata
|
|
Random Poems |
-
SUSU MACAN
SUSU MACAN Sayangilah orang-orang sederhana itu Mereka tak pernah ditinggal Gusti Yang Satu Dari dulu mereka sudah begitu Sejak mereka belum kenal sepatu Gusti selalu dekat, jadi sekutu Mereka menyapaNya rupa-rupa nama Dewa, Roh Besar, Roh Leluhur, aneka asma Gusti selalu...
-
MENARA TURUN
MENARA TURUN Menara Keangkuhan di-Panjat Turun Takut Jatuh, dilawan! Susun demi Susun Lebih Rendah, makin Rendah, jauh Merendah Memang terlihat Kedudukan jadi lebih IndahTakut Tinggi, bisa diatasi lebih mudah Takut Rendah, hanya bisa diatasi Ibadah Akhirnya, sampai ke Tanah Rata di bawah...
-
TOLE
TOLE Kau tak perlu jadi Orang Suci, Tole ! Yang Siang-Malam Ceramah Mengaji Lalu lupakan Kerja cuci mencuci Tugas hari-hari yang juga terpuji Jika kau tak merasa Sakit dan Nyeri Bekerjalah di Ladang di Panas Hari Kau akan disinari Cahaya Mentari Kulitmu terbakar jadi Hitam Kemerahan...
-
GELEMBUNG
GELEMBUNG Gelembung, gelembung, gelembung Bulat-bulat kosong melambung Sendiri-sendiri tak terhubung Bergerak serempak seperti 'nyambungAku hidup di Negeri Gelembung Seluruh Warga seperti makin bergabung Terapung Jerangkat rasa-rasanya Padahal hanya Kecohan Setan Punya-punyaApa benar Hidup...
-
KAU DITUNGGU!
KAU DITUNGGU! Yang penting jangan Bohong!Selebihnya masih bisa ditolongYaitu, Bohong kepada Tuhan! Itulah yang seru seakan jadi KebutuhanBohong, Waktu sibuk Dirikan IbadahKalau masih ada di situ si Lapar menelan ludahMelihatmu makan segala rupa dengan mudahBaginya, makan apa besok tanda...
|