MATA SILUMAN PDF Print E-mail
Written by Ki Bodas   
Sunday, 27 September 2009 14:51

MATA  SILUMAN

 

Bagaimana caranya mengeluarkan orang

Dari tempurung kepala,  rumah kerang

Ini dicari-cari dari zaman kuna

Sampai ini hari  belum juga kena

 

Walau sudah bisa terbang seperti dewa

Manusia  itu jika seadanya tidak istimewa

Dia terlalu dimanja oleh Sang Maha Pencipta

Tak bisa apa-apa, selalu diberi apa diminta

 

Tapi dari sepuluh, kurang satu yang Bersyukur

Disaat-saat hidungnya lagi tidak mendengkur

Tapi kita para Siluman tak boleh cemburu

Mereka punya kesaktian jadi Jago Pemburu

 

Beribu para Guru yang mati patah-hati kecewa

Mengharap Manusia jadi mahluk seperti dewa

Ditunjukinya jalan lurus  menuju ke Surga

Mereka tetap Pemburu, tak bisa jadi Penjaga

 

Di Mata Siluman,  manusia tak berharga apa-apa

Melihat bayangan saja takutnya setinggi pohon kelapa

Kekuatannya menahan nafsu menahan diri tak seberapa

Minta disebut  Khalifah walau Ikhlasnya sedebu Alpa

 

Nomor urut pertama terkenal,  karena gugur waktu diuji

Prototype ini gagal, saat ditest diminta memegang janji

Semangat Pemburu ingin yang baru, biar sudah mapan aman

Lebih enak berburu,  daripada jadi Tukang menjaga taman

 

Bagaimana caranya mengeluarkan orang

Dari tempurung kepala,  rumah kerang

Tak bisa ! Selama dia masih bernaluri Pemburu

Memburu Citra wajahnya seru, di Cermin Keliru

 

 

 

 

Last Updated on Thursday, 01 October 2009 23:12
 
Daily Quotes
"MEDITATION: Sebut NamaTuhan, secara trans-bahasa, trans-agama, adalah "HMMHH". Suara desah udara di Pipa Napas. Ucapkan Hmmhh berpuluh, beratus kali. Satu session 15-20 menit (k.l.1000X). Pikiran "diletakkan" "dipasrah-(Lepas & Serah) kpdNya. Setelah Meditation pikiran akan tenang, mengendap, bening, lalu lakukanlah i...badah agamamu jika kau mau. Ada banyak teknik Meditasi sesuai agama/budaya, semuanya baik !"

Ki Bodas

 


 

 

Random Poems
  • RAJA TIMBANG
    RAJA TIMBANGInspirasi: Asy Syu'ara 88-89 "Pada hari, ketika tak berguna itu Harta dan Anak-anak Kecuali, yang datang ke Tuhan dengan Hati Ikhlas"Setiap Hari Ulang Tahun Ditimbang beratnya si Raja TambunDisaksikan Khalayak, Ponggawa, Ulama, Beruntun Ditimbang dengan Emas Batangan bertimbunUang dari...
  • ANGIN CYBEROMATIC
    ANGIN  CYBEROMATIC Tugasku bukan untuk menyadarkan Kaum MiskinAku tak mampu,  walau  kadang-kadang kepinginAgaknya ini sudah Janji. Begitu Janjiku  mungkinIngin  Bernyanyi untuk Gusti, nyanyi bersama angin Kalau hanya sedikit yang Mengerti, sayang sekaliAku  tak bisa  membalikkan ...
  • GUSTI, GUSTI, GUSTI
    GUSTI, GUSTI, GUSTI  Jika aku boleh ketemu Gusti….. Aku hanya bisa menangis, menangis !Air mata berurai bagai hujan gerimisKenapa menangis, kenapa ?Aku tak tahu, tak bisa bilang apa-apaMungkin karena aku biasa lupaLalu diingatkan lagi aku siapaMungkin seperti burung dara, yang  jauh...
  • DUA MERPATI TUA
    DUA MERPATI TUA Sejoli dua Merpati Tua Berkukur di jendela Rumah Tua Hinggap di sana cukup lama Di tepi Jalan Pulang ke TuannyaApa yang hendak diajarkan Aki-Nini?Bahwa semua akan melalui ini?Bahwa Jalan Alami Ujungnya begini ?Bukan! Dia tak bilang apa-apaHanya mengajak menyimak...
  • KACAMATA KUDA
    KACAMATA KUDA Mata dapat melihat seklebatAtau melihat jelas, tegas, cermatAtau melihat lewat alat-alatMata Pikir juga melihatMata Batin juga melihatMata Gaib Ruh melihat secara WaspadaTak terhalang Ruang, Waktu, atau BendaItulah cara melihat di luar InderaTak dapat dijelaskan kata-kataSehingga...