|
Written by KI BODAS
|
|
Monday, 31 August 2009 16:31 |
Hanya Uang berjumlah LayakYang dapat dimengerti KhalayakMaka lebih, baik diam, SekianTapi, apa Sang Gaib menghendaki demikian? Cukup puas-bahagia bisa menuliskan
Puisi-puisi Kiriman, dari Yang Rahman Walau hanya menggores menggaris Senangnyg seperti jalan-jalan ke Paris Apakah berguna, apa ada yang baca ?
Itu bukan Urusan si Merica Yang membuat rasa pedih pedas Pada Kulit pura-pura ber-Kurap Kadas Semuanya ada yang Mengurus
Kewajiban kita hanya jalan lurus Bertahan IKhlas-Welas terus menerus Semuanya sudah diatur, jurus demi jurus Lalu soal Nama bagaimana?
Itu yang paling tak berguna Sisipkan saja di kantong celana Lalu turun berenang, polos tapi kena Cukup puas-bahagia bisa menuliskan
Puisi-puisi Kiriman, dari Yang Rahman Walau hanya menggores menggaris Senangnya seperti jalan-jalan ke Paris
|
|
Last Updated on Monday, 31 August 2009 16:47 |
|
Random Poems |
-
SISA NUANSA
SISA NUANSA Di Tangan Kanan Kitab Suci Pistol Rakitan di Tangan Kiri Mereka siap maju lagi kini Ke Pertarungan Abad-ke-Abad iniPertarungan ini salah siapa ? Pertarungan ini yang salah apa ?Ajaklah mereka sejenak membaca Kitab, yang Galaxy-galaxy kalimatnya Milyaran matahari, koma titiknya...
-
SENTOSA
SENTOSA Solehnya, baru tampak kemarenFanatiknya, sudah sekeras Kufit DurenApa semua itu benar-benar Tuius?Apa Matang Buatan ber-Akal Bulus?Buah, Isinya apa benar ManisApa Keras, Getir, Benci dan Sinis?Pilah-pilih lagi buah di keranjangBatin Sentosa, Doanya tak panjang-panjangSentosa itu Kuat,...
-
TEH MANIS
TEH MANIS Suara seribu speaker, serempak melengkingMenyayat-nyayat Langit yang lagi heningHidup, kembali meregang diganduli KenyataanOrang baik-baik, kembali bertegak pinggang dalam DeretanAku hanya sekedar ingin bertanya :Apa hari ini, Orang yang benar Baik JiwanyaBertambah Jumlahnya?Dengan...
-
SEBOTOL
SEBOTOL Ibadahmu ditolak Tuhan! Waktu ke Kuil kau tuntun Keangkuhan Waktu menderma kau berpikir terlalu lama Lalu minta diregistrasi, agar tak lupa percumaIbadahmu sangat meriah! Seperti Pasangan Setan pesta Nikah Keangkuhan tak lagi dituntun-tuntun Tapi sudah Bertengger di atas...
-
KORAL
KORAL Kalau Dinding Batu, Bukit-bukit ituMemantulkan Gema, itu sudah tentuTapi Koral Batu, yang dibuang di situApa bisa menggema Paradigma; Manusia itu Satu?Mereka terlalu kecii untuk diajak bicara Terlalu ganjil untuk dibiarkan bersuara Semua Koral Batu mimpi melihat Muara Tapi rata-rata...
|