|
Written by KI BODAS
|
|
Thursday, 08 October 2009 15:51 |
Jangan tabiri pantai yang penuh pesona Dengan tirai plastik yang norak tak kena Kau bilang itu batas llmu dan Akal Ku anggap itu batasnya air dangkal Lepas batas itu ada Alam Gaib selautan Lepas itu lagi ada Alam Gaib seribu lautan Lepas itu lagi ada Wajah Gaib yang ramah Yang sering datang ke sini ke rumah Tapi kita selalu buang muka melengah Jangan tabiri pantai indah itu
Dengan akal-akalan llmu ukuran kutuTataplah tenang-tenang apa yang memang adaTak perlu menangkis, anggap Nalarnya tak adaPantai itu dapat mempertemukan lagiAntara Hamba pelarian yang tak perduliDengan Tuannya Penyayang yang mengajaknya kembali Wajah itu tak dapat ditutup atau dibuka
Lainnya dapat ditutup kalau sudah tak suka Mereka anak Situasi tapi Situasi tidak baka Apa yang elok dahulu, belum tentu elok di muka
|
|
Random Poems |
-
PANDAI-PANDAILAH!
PANDAI-PANDAILAH! Jika Anda masih terlalu takut MatiArtinya, belum betul Percaya adanya Akhirat NantiRumus sederhana Tuntunan Takwa AkuratAdalah Percaya Sang Mahagaib dan AkhiratSerta Sayang Sesama, dijalin seerat-erat Percaya Tuhan, berKomunikasi kepadaNya dengan MapanPercaya Akhirat dengan...
-
TELUNJUK LURUS
TELUNJUK LURUS Telunjuk lurus, di atas lutut Pengingat agar Tulus, diturut patut Pokok Pohon Jiwa, adalah Tulus-lkhlas Ikhlas itu Etos Istimewa, berlapis Emas WelasTelunjuk Iurus, Kelingking berkait Pura-pura tulus, Hatinya curang sengkilit Beribadah terus, Berbaginya pelit Berwajah mulus,...
-
FULL MOON
FULL MOON If only we could see the Moon so full With the three of our Eyes sieving the Pull On the Light and the Dark side of the BallOur Two Eyes would tell each other's short fallThe Third Eye could Recognize Harmonize them allIf only we could see Life's This and Other Side And sincerity...
-
GENDONG-GENDONG
GENDONG-GENDONG Tahukah engkau, sayang ?Tuhan ada didekatmu, tak kepalang !Lebih dekat dari kalung di lehermu jenjangKau diselimutiNya dan digendong-gendongSeperti bayi, tidur nyenyak aman dalam bedongSampai Syaitan datang mengusikmu malam-siangKau lari meninggalkan Pelukan...
-
DEKODE DI NEURON
DEKODE DI NEURON ! Perintah Tuhan !Yang ditulis di dalam NeuronBukan di dalam Kitab, Haji SubhanTapi dalam sel Syaraf, dalam Neuron Seperti rekaman dalam Disk LenturMendenyutkan Pulsa Ilahi pengaturKitab-kitab dibanding Pulsa IlahiSeperti Rakit dengan Laut Bahari Jika bisa...
|