PIALA SANG A'LAA PDF Print E-mail
Written by Ki Bodas   
Sunday, 18 October 2009 16:13

PIALA  SANG  A’LAA

 

 

Ikhlas, adalah tertingginya Persembahan

Yang dapat kita berikan kepada Tuhan

Welas, adalah  termahalnya Pemberian

Yang dapat kita Berbagikan kepada Insan

 

Pernahkah debu Ikhlas kelilip di mata ?

Sehingga anda dapat melihat Sang Semesta

Yaitu, waktu mendoakan saingan-lawan kita

Agar dapat piala kemenangan di Alam Nyata

 

Formula Rumusan Hidup di Alam Fana

Begitu sederhana, begitu sederhana

Ikhlas-Welas yang menyatu padu serangkai

Itulah lukisanNya, bukan hiasan pigura bingkai

 

Ikhlas waktu memujaNya, tiada yang tahu

Ikhlas waktu Berbagi, tiada yang tahu

Ikhlas waktu Anak diambilNya, pulang

Ikhlas waktu sukses, saling bersulang

 

Jadi  Arti Hidup itu apa ?

Menempuh Sirkuit Spiral di Laps Lupa

Dengan kemudi Ikhlas dan gas Welas

Melalui tikungan-tikungan  tajam Benci Culas

 

Ikhlas adalah setinggi-tingginya Piala

Yang diberikan oleh Sang A’laa

 

 

 

Last Updated on Monday, 26 October 2009 16:05
 
Daily Quotes
"Ciri Khas ABG Telaat (Manusia Kardus): 1. Doyan Ngonyol. Sudah tua masih ngonyol 2. Bertindak tanpa mikir 3. Tak bisa menghargai perasaan sekitarnya 4. Instant Gratification. Mau enak segera siap terjak pager... Baca Selengkapnya 5. Main, main dan main. Toy-toy-an melulu Check sekitar anda, ada Manusia Kardus nggak ? Jauhi dia ntar ketularan......"

KI BODAS

 


 

 

Random Poems
  • TANGGA
    TANGGA Telah dipasang beribu Gara-gara Agar kita bisa tutup Acara Acara tugas di Bumi Sementara Simpul Final dari satu SandiwaraBeberapa puluh tahun Kalender Fana Berapa waktu di Kalender Sana? Jangan terpaku di Ruas Waktu Hidup Besar, seperti Bambu berbatang satuBuku-buku bambu sambung...
  • SUCCUMB TO TIME
    SUCCUMB TO TIME I saw my Body succumbed to Time So beautiful, like Poem of single Rhyme Golden Mist, with frames of Light I was Inside, but amazingly also OutsideThere was the Real Me, sonny!Not moving, as Moving was a slow CartoonyWhen moving, the speed of Light was to AccompanyNot willing,...
  • WAJAH
    WAJAH Mengangguk-angguk menikmati Opera Seolah menyimak, menemukan Selera Oh, Manusia, banyak akal-akalan pura-pura Telinga kirimu tuli, lainnya tersumbat Ego BicaraMengangguk-angguk dalam Wawancara Setuju apa? Tak bijak di satu pun Perkara Apa sedang melang-lang di Dirgantara Apa Absen ke...
  • LABU
    LABU Tempurung Kepala Bola Bangga Berisi Memori dan Rongga-rongga Rongga karena malas bertanya Karena apa-apa semuanya punyaBetapa sedikit Porsi Memori Dipakai menuntun kesana-kemari Betapa lebih sedikit lagi Memori dipakai untuk Berbagi Pantas dikatakan Manusia Merugi Dalam Kitab yang Terang...
  • LABU-LOBA
    LABU-LOBA Makan sudah Piring Ketiga Seisi Meja ikut dicoba juga Itu pasti bukan makan sendiri Ada yang menyandingi minta diberiYaitu, se-Giga Parasit Memori! Di Labu Benak kanan dan kiriSehingga melahap makanan; terlaluMakan di setiap waktu; tak perluParasit Memori bernama LobaPujaan Manusia...