|
Written by KI BODAS
|
|
Wednesday, 24 June 2009 10:42 |
SEBOTOL Ibadahmu ditolak Tuhan! Waktu ke Kuil kau tuntun Keangkuhan Waktu menderma kau berpikir terlalu lama Lalu minta diregistrasi, agar tak lupa percuma Ibadahmu sangat meriah!
Seperti Pasangan Setan pesta Nikah Keangkuhan tak lagi dituntun-tuntun Tapi sudah Bertengger di atas Ubun-ubun Ibadahmu tanpa secarik Ikhlas
Menari telanjang di atas PentasAgar semua orang kagum dan tepuk tanganPengorbanan yang kau berikan memang Pajangan Ibadahmu sibuk, sepertinya disiplin
Yang kau cari Tali dipilin-pilinKuat mengangkat Beban yang kau bawa-bawaBatu kali KeAkuan guna Pemberat Wibawa Ibadahmu tanpa Kelembutan Welas
Semua urat-otot harus menegang jelas Kau awetkan Zakarmu dalam botol gelas Kau sebut itu Ibadah, padahal sebatang Culas Ibadahmu ditolak Tuhan!
|
|
Last Updated on Tuesday, 01 September 2009 16:39 |
|
Random Poems |
-
TELUNJUK LURUS
TELUNJUK LURUS Telunjuk lurus, di atas lutut Pengingat agar Tulus, diturut patut Pokok Pohon Jiwa, adalah Tulus-lkhlas Ikhlas itu Etos Istimewa, berlapis Emas WelasTelunjuk Iurus, Kelingking berkait Pura-pura tulus, Hatinya curang sengkilit Beribadah terus, Berbaginya pelit Berwajah mulus,...
-
ASAH
ASAH Asahlah Taring Hewan itu Diasah-asah tumpul di batu Tajam perlu, dulu begitu Memori-tak-aman, dulu sekutuCara makan Hewan Buas Mengikuti Asas Oportunitas Buruan susah didapat Jika kena, harus dimakan sekuat-kuatTak perlu dilestari, itu Naluri Bagi Anda yang makan tiga kali sehari Asas...
-
AKU IKHLAS
AKU IKHLAS Jika sesorang mengaku “Aku sudah ikhlas”Itulah buktinya belum ! Masih culasJika benar sudah ikhlas, pamrih kosongOrang tak lagi bercerita dicampur bohongTak lagi menunjukan Aku yang sombongTak ada yang mau ditunjukanTak ada yang mau disembunyikanSudah seperti orangutan...
-
BATA OVAL
BATA OVAL Tekanan teman-teman sekelasMembuat Dunia nampak rapi sekilasWalau tersandung terinjak-injak IkhlasWalau terpasung Sang Bijak WelasTekanan teman-teman sederajatMembuat Dinding sukar dipanjatJadi plesteran pengikat Bata-bataMelekat, menyatu, jadi Tembok ButaKadang ada Bata Oval disanaSukar...
-
MUKARATA
MUKARATA Jika sudah bisa melihat di Cermin GelasWajah sendiri dengan Mata IkhlasPutih rata seperti lutut orang dewasaBerCahaya Aura, itu bukan Cahaya biasaTak bisa menangis, tak bisa tertawaItu ‘kan sinyal sisa Memori SatwaApalagi berkata-kata berbunga DustaItu Memori Jasmani yang Naik...
|