TUAI PDF Print E-mail
Written by Ki Bodas   
Monday, 24 August 2009 06:00

PUISI SEMESTA



TUAI


 

Panen padi sudah selesai                                     


Panen jagung  belum  mulai


Panen Nyawa yang mulai lunglai


Pentas mau dibenahi, Drama usai


Harap dicatat, aku juga siap dituai !


Jika ada rasa sedih  yang dalam


Artinya belum Sepakat dengan Alam


Jika ada Rasa  Harap yang terpendam


Itu  Api Ilmu Hidup  menang atas padam!


 


Siklus begitu diputar berulang-ulang


Ini  permainan Program,  bagai Mendulang


Coba  jawab Teka-teki, semua ini cari apa?


Tentunya Cari Emas, cari emas untuk siapa ?


Mendulang Nyawa,  mencari  Emas Nyawa


Memisah  serbuk  Dewa dari   Tulang  Satwa


Ada  proses,  ada  Evolusi,  Semesta itu  Mahadewa


Seperti Muara, yang terhimpun dari Sungai dan Rawa-rawa


 


Patuhi  Proses  Semesta !


Dengan Rasa Memiliki dan Cinta


Biar dibolak balik,  tak bisa Mati kita


Begitu tewas, tombol ditekan Tuhan, “ON” lagi ternyata


Jika yakin itu,  jadi  bagian dari  Universum  Supranyata


Kita hanya terkotak-kotak, tembok  berbata-bata


Kalau Bersatu,  Tuhan disitu, disisi dalam Kelopak Mata


Maka Pulsa Natura  bebas berdenyut mengalir rata


Saling jatuh cinta,  lalu membuat anak berjuta-juta


Pulsa Natura akhirnya kumpul di Muara,  di Delta


Ditepi Samudera, titik Awal pelayaran Eternal Sukma  kita

Last Updated on Tuesday, 01 September 2009 12:04
 
Daily Quotes
"A SLICE OF WISDOM: ......HOME......We can build a House in months. But we have to spend our entire Life to build a Home. There we can lay down our heads in Peace and raise them up in Pride. A Lair where the wolves lie down when hurted, a Verandah of Heaven where we could watch the World spinning around, the Desti...nation of All Escapes. Built mainly of LOVE and a little cement.......seemoreat kibodas.com"

Ki Bodas

 


 

 

Random Poems
  • BUNGALOW TERPINGGIR
    BUNGALOW TERPINGGIR Eling, Ingat, SadarDi tepi Telaga Eling, Fajar bersandarBintang-bintang mulai pudarHutan Pinus lurus-lurus Cemara llmuMakin kentara di bawah kabut KakiMuIni Bungalow paling pinggirLepas Desa terpencil, jalan batu berakhirDi Tepi Kawasan Pemangku Hutan PikirSambil menimang...
  • GENDONG-GENDONG
         GENDONG-GENDONG  Tahukah engkau, sayang  ?Tuhan ada didekatmu, tak kepalang !Lebih dekat dari kalung di lehermu jenjangKau diselimutiNya dan digendong-gendongSeperti bayi,  tidur nyenyak aman dalam bedongSampai Syaitan datang mengusikmu malam-siangKau lari  meninggalkan  Pelukan...
  • PENJARA PRADUGA
     PENJARA PRADUGA  Dulu, manusia mati berebut TuhanKini, manusia mati berebut MinyakEsok, manusia hidup berebut manusiaKetika manusia menjadi manusia ! Residu memori hewani jadi tungganganSampai batas kita bebas dari tanggunganTerbanglah ! Merak Pamer keAkuanLarilah ! Jago berkokok...
  • KELAPA ANTARIKSA
    KELAPA ANTARIKSA Berikan aku kelapa !Tapi yang kusuka hanya santannyaSabut, batok, serta ampas-ampasKuletakkan di karang, di tepi laut mengempasApa dia dapat menembus batu?Apa dia dapat menembus waktu?Aku tak tahu, bukan masalahku ituKuletakkan di altar batu tempatku menghormat Karena dia...
  • HOME BY NOW
    HOME BY NOW   I want to go home ! But they say my home is high over the Rainbows Which rainbow, oldman ? Where the Soul is buried in the Old Memories That is precisely not my home…   I want to go home ! Anyhow the Landscape is turning grey now Is this the Homeward Tract ? Or only a...