TULALIIT PDF Print E-mail
Written by Ki Bodas   
Saturday, 07 November 2009 08:00

TU-LA-LIIIT…..

 

 

Dalam kepala ada telepon satelit

Menghubungi Gusti tak sulit-sulit

Menghambat Sinyal, kepala yang pelit

Mendistorsi Sinyal, Sang Ular berbelit

 

 

Sinyal didandani rupa-rupa Busana

Ritual Agama punya banyak model madona

Dapat menghangatkan, menguatkan  Suasana

Tapi aslinya, Sinyal itu polos tanpa celana

 

Maka terjadilah turun-temurun orang celaka

Karena memperebutkan Cara-cara belaka

Caraku paling benar, karena sudah Aku suka

yang lain salah,  boleh dibuang jauh ke Neraka

 

jika anda berpeluk buta pada Dogma-dogma

anda melilit-terlilit Sulur Rejim Agama-Ulama

punya banyak kawan-kawan  membela bersama

begitu Gengsi dibagi, sang Ular masuk ke pipa piyama

 

memang di kepala ada Telepon Satelit

derau gengsi, bising arogansi, Gurita membelit

ulah  si salah-kalah telah membelah kulit

memblokir Sinyal, Nada Gusti kembali Tulaliiit…

 

 

Last Updated on Friday, 04 December 2009 00:38
 
Daily Quotes
"Unrepairable destruction of the Coral Reefs is the great TIME SIGNAL. The Earth will DIE like any other Creature, because Earth is actually A SINGLE LIVING CREATURE. We have disregarded the Border of Excess and now comes the Penalty: Earth is dying and so are WE !"

KI BODAS

 


 

 

Random Poems
  • DOA TAJAM
    DOA TAJAM ! Doa yang TajamManjur tak pernah KejamKebaikan bagi SesamaLelatu Tuhan, sarat di Agama Jika ingin Doa Anda Tajam ManjurHanya bisa jika belum terlanjurIkhlas masih bisa ditegakkan lagiKarena disangga diasah Berdoa-Berbagi Jika Ikhlas belum turun tenggelamKarena Anda masih biasa...
  • RUNNING TREES
    RUNNING TREES When we ride a fast moving car Trees are seen as running in the far When we seek God with efforts so intense At mountain Peaks or forest so dense As though God was coming to us, so nearIt's the same Sensory Ploy, it's so dear!God comes to us every Second of the DayThe Proof is...
  • GERIMIS
    GERIMIS Gerimis di akhir Musim Lambaian Tangan yang lazim Waktu berpisah di Bandara Waktu menjauh dua titik Api AsmaraGerimis waktu Ruh datang Entah pagi, siang dan petang Tak seperti Petani Panen kentang Tanpa karung dan Sabit RentangGerimis di tepi Wilayah Kuasa Saya Saat berakhir Sandiwara...
  • BATU NYEMPLUNG
        BATU ‘NYEMPLUNG Berapa Batu NyemplungTelah kulontarkan ? Sedikit kuhitung-hitungAir Situ tak beriak,  serata plastik gulungTapi hatiku menggunung, merasa beruntung Puisi Kebaikan  diBerbagikan disebarJangan dihitung-hitung seakan ditakarBibit ketemu Tanah,  tumbuh sawah PadiBila ...
  • TANGGA
    TANGGA Telah dipasang beribu Gara-gara Agar kita bisa tutup Acara Acara tugas di Bumi Sementara Simpul Final dari satu SandiwaraBeberapa puluh tahun Kalender Fana Berapa waktu di Kalender Sana? Jangan terpaku di Ruas Waktu Hidup Besar, seperti Bambu berbatang satuBuku-buku bambu sambung...