|
Written by KI BODAS
|
|
Saturday, 20 June 2009 23:27 |
TUMBUK-TUMBUK Tumbuk-tumbuk Tumbuk-tumbuk Padi di Lumbung sudah menumpuk Seluruh Puji-puja bukan Kebutuhan
Bagi Tuan kita, yaitu TuhanManusia yang perlu IbadahSeperti Menumbuk, dapat Beras dari Gabah Berasnya, Beras ikhlas - Welas Sekamnya, sekam Munafik – CulasAlunya, Doa Bersyukur Sore - Pagi Lumpangnya, lumpang Berbagi Beras Ikhlas - Welas enak dimakannya
Di Alam Tinggi, di Alam Rendah Dunia Lihatlah Tanda-tanda itu di Matanya Dengarlah Nada-nada itu di Suaranya Jika Mencari Manusia Sejati Seutuhnya Pagi - Sore, Tumbuk-tumbuk, Tumbuk-tumbuk
Padi di Lumbung jangan dimakan Bubuk Beras Ikhlas - Welas Berkualitas, ada dimana ? Masihkah Nasi dihidang, jika disuap Sekamnya kena
|
|
Random Poems |
-
HAYATI YANG AKBAR
HAYATI YANG AKBAR Untuk orang-orang biasa seperti kitaNeraka sebenarnya tak pernah diciptaItu Terminal Bongkar, untuk orang Keji dan MungkarIsinya : Hati terbakar Sangar, Ingkar, Tengkar dan MakarDiwahyukan, disana mereka tak hidup, tak mati Belum ada llmu yang dapat mengurai memberi artiTapi...
-
KACAMATA KUDA
KACAMATA KUDA Mata dapat melihat seklebatAtau melihat jelas, tegas, cermatAtau melihat lewat alat-alatMata Pikir juga melihatMata Batin juga melihatMata Gaib Ruh melihat secara WaspadaTak terhalang Ruang, Waktu, atau BendaItulah cara melihat di luar InderaTak dapat dijelaskan kata-kataSehingga...
-
KANG DUDUNG
KANG DUDUNG Berapa Persen Kadar Larutan Dalam Pot Putih berkap Lilitan? Biasa dipajang Kulon ke Wetan Berapa Persen Oplosan Setan?Ternyata sama saja! Mulut dan Promosi jadi Raja Waktu di-Uji Bumi, selagi Rekan Geulis, di-Tilep jadi Bini lagi!Katanya, Percayalah Bidadari jadi Isteri Kalau Iman...
-
TAKAR!
TAKAR! Menakar Minyak Tanah...Menakar Alam Maya, rampung tak pernahDengan literan Kata-kata RamahDengan literan Kata-kata MarahLalu saling membantah, KeAkuan benar serakahLalu Agama dibagi-bagi dalam FirkahTapi Angin tak bisa dibagi-bagiKarena isinya Tuhan, yang tak dikenal lagiTuhan yang...
-
DENDAM ASIN
DENDAM ASIN Aku percaya adanya syaitan-syaitan Birkan pocong yang bersandar di pagar kuburan wetan Tapi yang dari Alam Gaib keluar tangan-tangan Menggapai-gapai, menjambak, lalu kepala berguncanganPikiran pun jatuh terserak di jalan-jalan Seperti puntung rokok, kulit kacang dan bual sialan...
|